Masih ingatkah anda salah satu perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kebudayaannya yang semakin lama semakin dicintai negara lain, dan beberapa bahkan ada yang berusaha merebutnya. Yup, kali ini saya ingin membahas mengenai kain Batik. Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang cukup banyak diminati oleh kaum turis dan yang sangat dibanggakan oleh sebagian besar warga Indonesia khususnya jawa. Batik merupakan teknik pewarnaan dengan malam, di jawa batik mempunya aneka ragam dan motif, ada sebutan batik jogja dimana identik dengan warna coklat tua dan putih, batik solo yang identik dengan warna coklat tua dan coklat mudanya, dan batik pekalongan yang identik dengan keanekaragaman warnanya.
Karya batik yang terkenal di dunia dan diakui UNESCO adalah batik tulis, penilaian ini pasti mengandung banyak pertimbangan tepatnya apa saja saya kurang tahu. Batik tulis sangatlah mahal hal ini dikarenakan proses pengerjaannya yang cukup sulit, lebih sulit daripada melukis sepertinya karena tidak seperti menggunakan kuas yang tinggal anda goreskan ke kanvas. Batik tulis dibuat dengan tinta malam yang digambarkan dengan corong khusus dimana ada teknik-teknik tertentu agar hasil gambar bagus dan tinta malamnya tidak “bleber” (bocor) dan pengerjaannya pun butuh waktu berhari-hari hal ini juga dikarenakan lebar kain yang dibuat tidak hanya 1 x 1,5 meter bisa 2-3 meter. Semakin berkembangnya teknologi, pembuatan batik pun semakin mudah yakni dengan metode cap atau cetak tekstil. Bahan yang digunakan pun beragam dari bahan katun, sutra, semi sutra, dobi, dan lain-lain.
Kabar baiknya batik sekarang gak hanya berasal dari jawa, maksudnya coraknya tidak hanya corak-corak adat jawa, batik di Indonesia mempunyai motif yang beraneka ragam dari motif batik tradisional adat kraton solo dan jogja ada juga motif batik kain songket Sumatera, batik motif kain kalimantan, batik bali dan terakhir baru-baru ini motif NTT juga ada batiknya, walaupun saya baru liat dijual di NTT aja. Waktu itu coba cari di yogyakarta tidak ketemu.
Untuk terus cara melestarikan salah satu budaya kita ini adalah dengan memperkenalkan atau menggunakannya dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari. Seperti contoh beberapa sekolah di daerah tertentu menetapkan hari jumat dan sabtu sebagai hari untuk menggunakan seragam batik, di kantoran biasanya setiap hari jumat kebanyakan pada pakai batik juga, selain itu batik juga mulai dipadukan sebagai bahan dompet, tas dan tempat hape.
Nah membahas salah satu upaya melestarikan budaya kita ini, saya ingin berbagi informasi mengenai produk-produk tas batik. Pada umumnya tas batik dari harga 15ribu sampai harga 1 jutaan juga ada. Kenapa bisa semahal itu ya?? Nah ini tergantung dari kualitas bahan yang dipakai baik dari kain batiknya sampai jenis bahan perpaduannya. Nah untuk harga 300rb keatas biaanya menggunakan kulit sapi, domba, kambing, dan ular dan biasanya bahan kain yang digunakan kain semi sutera atau batik tulis.
Apa sih bedanya kain semi sutera, sutera dan batik tulis? Bagus mana buat tas? Kalau menjawab bagus mana itu tergantung selera, hehehe. Kain semi sutera dan sutera terlihat dari bahannya yang sangat halus dan lembut, kalau sutera buat tas menurut saya sayang banget. Nah bagusnya lagi adalah kalo kain semi sutera dan sutera gambar batiknya biasanya lebih bermacam dan bagus-bagus, selain itu ada juga yang diberi tinta emas, jadi terlihat glamour. Nah kalo batik tulis sebenarnya hampir sama dengan batik kain katun secara sepintas, cara membedakannya adalah dengan melihat bagian dalamnya, batik tulis dikedua sisinya sama persis gak terlihat bedanya apalagi warna tintanya. Kalau batik kain katun karena proses pembuatannya dengan cap yang pasti ada perbedaan warna antara bagian luar dan dalamnya. Perbedaannya lagi tas batik tulis akan lebih mahal dibanding tas semi sutera dikarenakan harga dari batik tulis itu sendiri saja sudah mahal.
Nah sekarang ini sudah marak penjual-penjual tas batik yang mempunyai kualitas bagus gak kalah deh dengan tas-tas branded lainnya seperti Hermes, Guess, Prada dan lainnya. Salah satu tas yang pernah saya beli adalah Tas Batik El-Luna.
Tas Batik El-Luna ini mungkin bisa dibilang new commers di dunia tas batik. Soalnya saya baru aja liat baru-baru ini. Nah menariknya adalah Tas Batik El-Luna ini mempunyai desain yang berbeda dibandingkan tas-tas batik branded lainnya. Kenapa saya bisa bilang begitu coba deh cek tas-tas batik di google rata-rata desainnya monoton semua sedangkan El-Luna yang tergolong baru berani muncul dengan gebrakan model tas yang saya rasa sangat cocok dengan selera wanita-wanita karir atau ibu-ibu yang aktif dalam kegiatan kantor dan organisasi. Tas Batik El-Luna ini baru mengeluarkan produk dengan bahan kulit sapi yang berwarna-warni yang diselaraskan dengan warna batiknya, kain yang digunakan adalah kain batik semi sutera, motif yang dipamerkan pun beraneka ragam ada motif songket sumatera, motif batik jawa, motif batik pekalongan, dan motif batik kalimantan. Harganya juga masih low dibandingkan yang lainnya, mungkin dikarenakan strategi pasarnya sebagai new commer kali ya. Ini beberapa info buat temen-temen semua yang ingin lebih tau mengenai tas batik ini. Fan Facebook: El-Luna Bag, Twitter: El-Lunabags, Website ellunabag,wordpress.com
Reblogged this on SUTRISNI SIAGIAN and commented:
nilai kebudayaan Indonesia sangat tinggi…
sehingga disukai oleh negara2 luar, mari tingkatkan nilai2 yg ada diindonesia ini…
bantu promosin usaha temen juga ya kak, ini blognya ellunabag.wordpress.com
g janji ya,tp klu bs saya coba
trim”s ya….
Kenapa tinta batik itu hasilnya coklat?