CROSS|OVER Sisi Gelap dan Monster Bawah Laut Wakatobi

Hello…

Welcome to my new adventure wakatobi diving season , temen-temen semua di cerita saya sebelumnya saya berbagi pengalaman saya dalam dunia diving. Masih sekitar dunia bawah laut kali ini saya berkesempatan berkunjung di salah satu wisata bawah laut yang terkenal dengan kecantikannya, yakni Wakatobi.

Diving dulu waktu saya kuliah yang terbayangkan dibenak saya ini adalah olahraga mahal, olahraga yang gak mungkin bisa saya rasakan. Kepikiran dunia diving ini hanya dari liputan televisi dan dari kakak saya yang laki-laki karena dulu dia ikut kegiatan kuliahnya masuk di club selam, kalau saya dulu cuma berani ikut club basket dan futsalnya aja, alias takut gak kebayang di bawah laut itu bagaimana, kalau ketemu ubur-ubur gimana, kalau ketemu hiu gimana, kalau ketemu ular laut gimana, pokoknya udah parno duluan deh.

Usut punya usut kenapa akhirnya saya memutuskan mencoba dunia diving, saat itu lagi ada problema hidup yang lagi kacau balau dan entah kenapa saya butuh penambah adrenalin, saya butuh hiburan dan semangat baru. Iseng-iseng saat itu rencananya mau liburan ke raja ampat, begitu dipikir-pikir masa udah sampai raja ampat gak belajar diving kan percuma, konon disana adalah pemandangan bawah laut terbaik. Masih pikir panjang, saya memang suka renang tapi kalau diving? Hmmmmm…berani gak yah? Akhirnya saya mencoba browsing mencari informasi seputar dunia diving, dan akhirnya ketemu lah satu blog yang menjelaskan proses license dan biaya-biayanya.

Tahap-tahap proses pengambilan license sudah saya ceritakan yang di artikel sebelumnya. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil license, perjalanan 68 km dari cikampek menuju Jakarta, daftar dan mulai kelas teori dan kelas di kolam, ujian di laut, untuk menjadi diver dan dinyatakan lulus ada beberapa teknik yang harus dikuasai yakni :

  1. Mask clearing, kita harus bisa membersihkan google kacamata diving kita saat dibawah laut dengan cara membuka sedikit mask agar air laut bisa masuk lalu dikocok dan dibuka ke atas sambil disembur dengan nafas hidung, kebayang kan susahnya? Itu sampai-sampai kemasukan air hidung
  2. Keseimbangan atau buoyancy, kenapa ini termasuk penting agar kita bisa mengatur daya apung tubuh kita dibawah air, biar kita tidak merusak karang dengan tendangan fin kita atau membuat air laut keruh karena kita menendang pasir-pasir laut.
  3. Membuka dan memasang BCD, gunanya apabila terjadi hal emergency dibawah laut yang memaksa kita harus melepas BCD kita bisa lakukan dengan mudah
  4. Equalizer, ni merupakan teknik penyeimbang tekanan didalam telinga sehingga telinga tidak merasa sakit dan tidak berdarah akibat perbedaan tekanan di darat dan dilaut

Dan akhirnya saya dapatkan license open-water diving, yeiii. Sayangnya rencana Alloh berkata lain, license diving sudah di tangan tapi trip ke raja ampatnya karena suatu kendala akhirnya saya tidak jadi ikut. Dan entah kenapa selalu ada jalan pengganti yang dikasih Alloh, saya dapat tawaran liburan diving ke wakatobi, akhirnya tiket pesawat G***** yang awalnya untuk Jakarta-Sorong terpaksa di reroute ke Jakarta-Makasar lanjut pesawat L*** ke Wanci-Wanci.

Untuk peralatan diving diusahakan ditas tersendiri sehingga pada saat pemeriksaan barang dapat dengan mudah kita ajukan sebagai peralatan olahraga. Hari yang ditunggu-tunggu telah datang dan setibanya diwanci-wanci kami masih harus melakukan perjalanan darat kurang lebih 1 jam menuju pelabuhannya untuk melakukan penyeberangan ke pulau Hoga. Dipulau inilah akan dilakukan penyelaman selama 3 hari berturut-turut.

Kesan pertama melihat laut di wakatobi ini sangat indah, pasir putih, warna laut yang biru jernih, rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama, keindahan alam yang tak terungkapkan. Bagi teman-teman yang mabuk laut siap-siap antimo ya, karena perjalanan dari wanci-wanci ke pulau Hoga membutuhkan waktu 3 jam naik kapal dengan ombak yang besar.

Jpeg
Jpeg
Jpeg
Jpeg

Pulau Hoga Pulau Hoga

Sesampainya di pulau Hoga tidak ada waktu untuk bersantai dengan rasa mual akibat mabuk laut, kami diminta untuk mempersiapkan diri untuk mencoba kondisi bawah laut, yaa bisa dibilang adaptasi dulu. Di pulau ini kami melakukan 6 kali penyelaman, jadi sehari 3 kali menyelam. Area diving kami bernama bola 1, bola 2, bola 3, bola 4, bola 5 dan pinnacle. Biasanya pada penyelaman pertama dilakukan pada kedalaman yang lebih dalam dengan jangka waktu 40 menit, saat itu kami menyelam dengan kedalaman 28 meter selama 40 menit, lalu interval waktu (istirahat) selama 1,5 jam, penyelaman kedua harus lebih dangkal dari penyelaman pertama yakni dengan kedalaman maks 20 meter selama 30 menit, interval waktu (istirahat) selama 1 jam, dan penyelaman ketiga dengan kedalaman maks 15 meter selama 20 menit. Oh ya satu hal yang perlu diingat adalah jangan tergesa-gesa dalam proses menyelam dan dalam proses kembali ke permukaan. Sebelum muncul ke permukaan perlu dilakukan safety stop yakni dalam kedalaman 3-5 meter selama 3 menit hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kadar nitrogen dalam tubuh kita dalam batas normal karena tabung gas yang kita hirup bukan 100% oksigen murni melainkan 60 % nitrogen dan sisanya oksigen. Apalagi dalam kedalam tertentu di laut tekanan atmosfernya bisa membuat nitrogen dalam tubuh menjadi gelebung-gelebung gas yang berbahaya apabila tidak dikeluarkan secara alami. Oleh karena itu diving termasuk olahraga extreme selain karena biayanya yang benar-benar menguras isi kantong, tingkat bahaya nya juga tinggi makanya safety itu sangat penting. Kalau bukan kita yang aware siapa lagi.Wakatobi diving
Wakatobi diving
Wakatobi divingWakatobi diving
Wakatobi diving

Tapi tenang semua hal diatas tidak sesulit yang dibayangkan ko, apalagi begitu kita bisa menyelam dan melihat isi serta kehidupan dibawah laut, rasanya surga! Luarbiasa ciptaan Alloh dengan segala karyanya, kamu akan menemukan hewan-hewan unik dan cantik-cantik, benar-benar memanjakan mata. Berenang menyusuri karang melihat interaksi ikan, penyu, belut bahkan ular laut.

Ada pengalaman seru yang baru pertama saya alami, saya dan rombongan buddies yang lain bertemu arus, downcurrent wave, konon downcurrent ini cukup berbahaya kalau kita belum bisa menanganinya, karena arus ini tanpa kita sadari akan membawa kita langsung pada kedalaman yang sangat dalam dengan cepat sehingga tanpa disadari kita akan kehabisan tenaga akibat tekanan laut yang bisa mengakibatkan kematian,nah arus ini kami temui di pinnacle saat itu saya bersama buddies yang lain harus berpegangan pada karang, untungnya kita sadar bahwa ada arus, jadi kita berjalan sambil memegangi karang menuju arah sebaliknya arah yang tadi kita lalui yang tidak ada arusnya dan secara perlahan menuju permukaan dan jangan lupa tetap harus melakukan safety stop. Begitu sampai permukaan rasanya badan lelah karena harus melawan arus. Jadi ingin melanjutkan ke tahap license selanjutnya hahahaa karena ini penting loh teman-teman kamu tidak hanya bisa mengandalkan OWD license saja tapi harus dikembangkan karena medan bawah laut Indonesia itu sangat beragam, tapi ngumpulin modal dulu laaah karena itu semua cukup memakan biaya.Wakatobi diving Wakatobi diving Wakatobi diving Wakatobi diving

Di pulau Hoga ini terdiri dari 2 type kamar, standard an superior, saran sih ambil yang superior ya, jauh banget fasilitasnya hehehe. But ini rekomen banget penginapannya lebih murah, lebih bersih dan makanannya lebih enak dari penginepan yang satunya.

Dari pulau Hoga ini, diving selanjutnya di wanci-wanci di bagian dermaganya. Disini kami melakukan 2x diving dan pengalaman yang mengerikan lagi, disinilah saya bertemu ular laut yang buanyaaaaaaak sekali, brrrrrrbrrr ngeri banget deh, tahukah kalian ular laut ini ular yang paling berbisa? Yang biasanya saya renang mendekati karang supaya bisa liat ikan unik-unik ini terpaksa liat dari jauh aja deh takut disamber ular. Dan pada saat kami hendak kembali menuju dermaga, ada suatu adegan ular laut lagi memangsa moray eel (belut laut) dan beberapa teman buddies yang membawa kamera dengan gesitnya ingin mengabadikan moment ini dengan merekamnya dalam sebuah video, tapi kami yang para perempuan ini takut melihat keberanian mereka, karena jarak mereka sangat dekat dengan ular itu, dan benar saja ketika moray eel itu terlepas, ular itu seakan-akan marah karena merasa terganggu dan berusaha mengejar salah satu teman kami, para perempuan berusaha teriak-teriak tapi gimana mau teriak ya secara mulut tersumpal dengan regulator oksigen, untung nya teman kami bisa menghalanginya dengan menggunakan finnya, waah jangan lakukan ini ditempat lain ya, ini sangat berbahaya. Moray eel juga termasuk binatang laut yang berbahaya karena apabila dia merasa terganggu maka eel ini akan mengeluarkan sengatan listriknya, so becareful guys.moray eelular-lautDermaga wanci-wanci Dermaga wanci-wanci

Jpeg

Jpeg

Oh ya jangan heran ya, teman-teman diving ini beragam bentuknya, ada yang dari hobi photographi sampai membawa kamera dengan lampu-lampu flash yang segede gambreng, dari yang cuma pengamat sampai yang doyan berpetualang.

Semua petualangan ini, sejauh mana langkah ini akan dibawa kembali kepada keputusan kalian masing-masing. Kamu tidak akan  bisa melihat dunia kalau tidak berani mengeksplor, kamu tidak akan meraih impian kalau kamu tidak berani mengambil langkah dan kamu tidak akan bisa menemukan kebahagiaan kalau kamu tidak mulai membuatnya sendiri.Wakatobi diving Wakatobi diving Wakatobi diving Wakatobi diving Wakatobi divingtulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba CROSS|OVER How Far Will You Go? You Decide



IMG-20151012-WA0000

Satu komentar pada “CROSS|OVER Sisi Gelap dan Monster Bawah Laut Wakatobi”

Tinggalkan komentar