26 Oktober 2017, perjalanan tidak terduga menuju kota Lampung. Hai Travelers, langkah kakiku membawaku menuju Kota Lampung dan khusus dalam artikel ini aku akan bercerita tentang Waykambas. Di artikel jauh sebelum ini aku juga sempat bercerita tentang perjalanan ke Pulau Pahawang, jadi info tentang pulau Pahawang bisa cek di list sebelumnya yaaa..
Jujur, perjalanan kali ini tidak terencana sebelumnya, salah satu sahabat baik saya mengadakan resepsi pernikahan di Lampung, rencana awal memang berhalangan untuk hadir, tapi entah kenapa saya bisa untuk datang, jadi langsung saja beli tiket penerbangan dari Labuan Bajo sampai Lampung. Kebayang dong ya perjalanan yang panjang karena aku harus transit 3 kali. Disela-sela waktu kedatangan ini, aku bersama teman-teman yang lain ( Tomblok, Imam, Ridwan, Azril, Tugimin, Alvin dan Istrinya, Ucok ) merencanakan untuk menikmati kunjungan kami ini dengan berwisata alam ke Waykambas.

Perjalanan kami menuju Waykambas memakan waktu 3 jam dari Lampung Tengah karena mampi ke Metro lampung dulu, Kalau dari Bandar Lampung kurang lebih 3 jam, kalau dari Metro Lampung kurang lebih 2 jam. Kami memakai kendaraan mobil pribadi dan memang untuk menuju tempat ini aku rasa tidak ada angkutan umum. Oh ya untuk informasi di Bandar Lampung sudah ada taxi online ya.. Well, sampainya disana ternyata kami kesorean, sudah 3.15 pm waktu sumatera. Untuk biaya masuk sebesar 150.000 rupiah per orang. Untungnya bapak-bapak pawang Gajah sangat baik, kami diberi kesempatan untuk mengikuti beliau mengambil gajah untuk dibawa ke kandang.
Bapak pawang gajah ini masing-masing bertanggung jawab terhadap satu ekor gajah, kenapa begitu? Karena setiap gajah mempunyai karakter tersendiri dan penanganan serta perhatian khusus, sehingga tidak memungkinkan bapak pawang ini menangani lebih dari satu gajah. Biasanya gajah-gajah ini cuma bisa nurut sama pawang mereka saja, semisal ditangani pawang lain pasti gajah itu akan berontak. So hati-hati ya Travelers jangan terlalu dekat dengan gajah apalagi tanpa pengawasan pawangnya. Nah, tidak semua dari kami berani mengikuti pawang untuk mengambil gajah, jadi waktu itu hanya Tomblok dan Ucok saja yang merasakan pengalaman yang sangat berharga itu. Kami yang lainnya menikmati pemandangan melihat Gajah di dekat kolam dan di kandangnya.




Kalau saja kita bisa datang lebih awal, kita bisa mengikuti safari mengelilingi wisata waykambas ini. Waykambas memiliki 57 Gajah dengan 57 pawang gajah yang mengawasi gajah ini. Ada 3 bayi gajah juga yang didampingin oleh induk gajahnya. Selain 57 Gajah jinak ini ada juga Gajah liar lainnya yang tidak diketahui jumlahnya disekitar kawasan Waykambas. Ketika sore hari pawang gajah berkewajiban untuk mencari gajahnya lalu dibawa ke kandangnya masing-masing, tapi sebelum itu pawang wajib memandikan gajah ini sampai bersih dari lumpur di kolam gajah. Tentang kandang gajah, ini bukan seperti kandang secara harafiah, ada berbentuk kotak, pagar dan gajah dikurung. Melainkan hanya tanah lapang luas, dengan bak yang berjumlah banyak untuk menempatkan makanan gajah, dimana satu bak ini untuk satu gajah. Tomblok dan Ucok merasakan bagaimana naik diatas gajah tanpa dudukan busa, membawa mereka ke kolam dan ikut menggosok serta memandikan gajah dan membawa mereka ke kandang.




aku dan teman-teman lainnya tertarik dengan baby gajah disana. Aku mencoba mendekat, membelai dan memegang belalainya, tapi hati-hati yaa walaupun baby tapi tetap saja ini gajah dan karena baby hasrat bermainnya tinggi loh, awas dikejar dan disruduk, hehehee.. tepaat! Aku sempat diseruduk dengan kepala si baby gajah ini. Lucu sih tapi mainnya loh kasar hahaha.. kami menghabiskan waktu disini cukup lama dengan berfoto-foto dan menikmati sunset yang sangat bagus disini.








kalau boleh jujur, awalnya aku kurang tertarik datang kesini, karena aku berpikir apa yang bisa dilihat selain gajah? Safari juga cuma lihat gajah kan? Dan tempatnya biasa aja. Memang tempat ini bisa dibilang tidak seperti taman safari yang wah itu, hal ini mungkin dikarenakan kurangnya investor sehingga pengembangan tempat ini kurang. Tapi disisi lain tempat ini sangat menarik, apalagi kami bisa mengetahui sedikit tentang kehidupan gajah, penanganannya bagaimana, dan cerita tentang gajah-gajah ini.
so, buat kamu yang lagi travel ke sumatera, travelling ke Lampung atau sedang dalam perjalanan menuju lampung tidak ada salahnya untuk berkunjung kesini yaaa..