Catatan Perjalanan ke Bangkok Thailand 2018

Hai, Sobat Travelers

sebelum ini aku membuat post hal-hal yang perlu disiapkan dan kamu ketahui sebelum ke Bangkok. Nah untuk post yang ini akan menceritakan rincian perjalanan yang aku susun dan aku alami selama disana cieee..

Selama ini travel kemanapun selalu aku atur sendiri bahkan belom pernah ikut tour, kecuali open trip ke pulau pulau. Begitu juga perjalanan saya ke Thailand. Perjalanan kali ini bisa dibilang perjalanan dadakan, kenapa? Karena direncanakannya baru H-2 bulan apa yaa, dan pas di saat Lebaran. Jadi bisa dibilang secara tiket sudah lebih dari biasanya harganya.

next langsung saja ya

Keberangkatan

kota keberangkatan yang aku pilih kali ini dari kota Denpasar atau Bali. Karena saat itu homebase aku lagi ada di Labuan Bajo. Penerbangan dengan AA di jadwalkan pukul 01.00 Wita dan tiba pukul 04.00 waktu Thailand.

Perjalanan aku di mulai sejak tanggal 9 juni ke Bali lalu tanggal 10 juni dini hari ke Thailand. Bagi yang belom pernah ke luar negeri sebelumnya, hal-hal yang perlu di perhatikan saat akan proses masuk imigrasi Thailand. Biasanya di pesawat, travelers akan diberi form kecil yang perlu diisi, seandainya di pesawat kamu tidur dan tidak menemukan form itu di laci panduan di kursi kamu maka kamu bisa ambil form itu di tempat formulir depan sebelum masuk antrian imigrasi. Satu hal yang penting dalam perjalanan ke luar negeri, bawalah bolpen!!! Ini urgent dan crusial kenapa, karena imigrasi manapun tidak akan menyediakan bolpen, kalau tidak bawa terpaksa pinjem, iya kalau ada yang minjemin. Heheheeh

setelah proses imigrasi kamu akan difoto dan dicap paspornya, saat kamu meninggalkan loket perhatikan tanggal cap kamu pastikan sesuai dengan tanggal kedatangan kamu, karena bagaimanapun suatu saat pasti ada kejadian human error dan kalau tanggalnya berbeda bisa jadi masalah saat kita mau meninggalkan negara tersebut. Nah, yang perlu diperhatikan lagi adalah form yang tadi sobat travelers isi, akan ada bagian form yang diberikan dan diselipkan di paspor. Pastikan potongan form itu jangan sampai hilang ya, alangkah baiknya dipisah disimpan ditempat yang sekiranya tidak akan terjatuh atau hilang karena form ini akan digunakan lagi saat imigrasi anda meninggalkan Thailand.

Day 1 

  • The Assumption Cathedral
  • Madame Tussauds
  • Sea Life Bangkok World

delaynya pesawat kami membuat kami tiba di Thailand jam 6 pagi. Buat aku sih no problem ya, karena transport akan mudah. Tetapi sesaat keluar dari gerbang kedatangan, saya langsung mencari DTAC celullar, karena aku membutuhkan sinyal dan internet hehehe. Sim card ini aku sudah reservasi online sebelumnya dan lebih murah biaya 100 ribu untuk 8 hari unlimated 8 GB, kalau beli di counter sekitar 400 Bath atau 200 ribu. Dimana beli onlinenya ya di Klook.com nanti kode bookingnya tinggal ditunjukan ke penjaga counternya, nanti dia akan minta paspor dan hp mu karena dia akan memasangkannya untukmu serta mengaktifkannya.

berhubung perjalanan kali ini aku membawa Ibuku, jadilah buka aplikasi Grab untuk transportasi ke hotel. Karena selama di pesawat mamiku kurang sehat dan sempat pingsan alhasil aku ga tega kalau harus membuat dia jalan kaki trus naik bus ke hotel.

tapi kalau kalian mau naik bus bisa banget, caranya keluarlah dari area kedatangan airport jalan menuju gerbang 7, nanti disana akan ada bus A1 yang akan berhenti dan mengangkut penumpang. Biayanya cukup 35 bath atau sekitar 17 ribu, turunlah di BTS Mon Chit. BTS itu adalah jalur kereta skytrainnya Thailand. Selanjutnya kalian bisa naik BTS sampai ke stasiun yang terdekat dengan hotel kalian.

tips dalam mencari hotel. Carilah yang sangat dekat dengan stasiun atau halte bus. Jadi kalau murah dan jauh asal dekat dengan stasiun menurutku tidak masalah.

Di Hari pertama sampai hari ketiga kami menginap di Sala Arun Hotel, review hotel ini ada di catatan sebelumnya ya. Letak hotel ini sangat dekat dengan Wat Arun, Wat Pho dan Grand Palace. Saat memilih hotel ini sebenarnya  aku tertarik hanya karena pemandangan yang ditawarkan oleh hotel ini, tapi setelah beberapa hari disini ternyata pilihan di hotel ini sangat tepat. Kenapa? Karena mengelilingi Wat Arun, Wat Pho dan Grand palace dalam satu hari itu sangat melelahkan ditambah cuaca yang panas rasanya mau pingsan bener deh.

Di hari pertama ini karena bertepatan hari Minggu dan masih menunggu Kakak yang terbang dari Korea Selatan dan baru akan tiba malam hari, jadi agenda kami hari ini hanya ke Gereja dan ke Madame Tussauds Bangkok dan ke Sea Life Bangkok World.

Gereja yang kami tuju adalah Gereja Katedral Katolik The Assumption, aksesnya ternyata cukup mudah, dari Hotel kami tinggal naik transportasi penyeberangan sungai Chao Praya   Boat, biaya 15 bath dan 4 bath. Lalu turun di perhentian Pier N1. Kalau hotel kamu didaerah  saphan taksin station atau pratunam dari saphan taksin Pier kami bisa naik boat juga dengan biaya 15 bath dan berhenti di N1. Gereja di Katedral ini enaknya ada misa bahasa inggris. Hanya ada di hari Minggu pukul 10.00. Gerejanya sangat indah yaaa, namanya juga Katedral hehehe.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Madame Tussauds dan Sea Life Bangkok World, letaknya dua wisata itu sangat berdekatan hanya berbeda 1 Mall yang letaknya bersebelahan ( jadi ini itu 3 mall berjejer hahahaha) dimana letaknya di Siam Paragon dan Siam Discovery. Dari Katedral lanjut naik boat lagi ke saphan taksin Pier lanjut naik BTS menuju National Museum tapi berhenti di Siam Station. Biayanya 47 bath.

untuk kedua wisata tersebut tiketnya bisa dibeli online dengan harga tiket langsungan seharga 500 ribu. Atau sekitar 1000 bath. Untuk makan di mall Siam juga banyak foodcourt dan makanan-makan jajanan khas thailand.

Sekembalinya ke hotel kami langsung istirahat mengingat di pesawat susah tidur dan sudah melakukan perjalanan yang lumayan menguras tenaga kaki hehehe

Day 2

  • Wat Arun
  • Wat Pho
  • Grand Palace
  • Asiatique

selanjutnya perjalanan kami menuju temple yang legend banget di Thailand. Selama di Thailand ini perjalanan kami dimulai dengan selalu bangun pagi, lalu sarapan dengan pemandangan indah dan memulai perjalanan sebelum jam 8. Kenapa karena rata-rata tempat wisata buka mulai jam 8 dan karena aku mengejar lokasi yang masih sepi sehingga untuk foto pun leluasa dan epic tanpa banyak orang berkeliaran di photo hehehee..

tujuan pertama kami adalah Wat Arun, menyeberangi dengan boat cukup membayar 4 Bath saja lalu beli tiket seharga 50 Bath, oh yaa untuk mencari oleh-oleh baju Thailand atau celana gajah motif Thailand paling murah di emperan toko deket Wat Arun yaa, orangnya pinter bahasa Indonesia. Temple ini bernuansa serba putih, kalau tidak salah akhir tahun lalu atau awal tahun ini baru saja dilakukan pengecatan ulang. Sehingga ada bagian-bagian tertentu sekarang di porboden sampai ada larangan dalam bahasa Indonesia hahhaa..

balik lagi naik boat bayar 4 bath, diluar Pier ada beberapa pedagang gerobak yang menjual buah-buahan rujak, ice cream kelapa dan sticky rice manggo, sobat travelers bisa coba mencicipi mangga di Thailand ini enak banget manis-manis pilihlah yang warnanya sudah orange tua. Biaya rujak buah 20 bath dan kelapa Ice cream dari 40-60 bath.

berjalan menuju Wat Pho biaya masuk 100 Bath bonus mineral water, Wat Pho ini temple yang cukup luas dan bagian yang phenomenal itu ada di patung buddha tidur.

Perjalanan selanjutnya berjalan kaki menuju Grand Palace, sebenarnya Grand Palace yang kita kunjungi itu adalah temple-temple yang dibangun khusus oleh Raja di halamannya sebagai bentuk syukurnya ke Buddha. Ada juga bangunan temple yang ditambah hiasan patung buddha pemberian dari Indonesia, disini juga banyak patung-patung monster yang diangkat dari cerita Kitab Buddha yang konon berfungsi sebagai penjaga Buddha saat mereka berdoa. Di bagian awal kalian akan menemukan mural dinding yang sangat panjang menceritakan asal usul Thailand.

Ketiga tempat ini saja aku sangat merasakan lelah yang luar biasa dan ditambah pusing. Pusing dari bangun tidur yang tidak kunjung hilang. Sehingga kami memutuskan pulang dulu ke hotel dan terbantu banget dengan lokasi yang sangat dekat lalu istirahat sejenak sampai nanti jam 6 sore menuju Asiatique.

perjalanan menuju asiatique kita gunakan dengan taxi dikarenakan saat mau naik boat sudah terlalu sore dan tidak ada kapal lagi dari  wat arun. Karena kita stay di pusat grand palace banyak taxi tidak mau pakai argo meter mereka mematok harga dari 300-350 bath setelah tawar menawar dapatlah kami diangka 250 bath saat itu kami ber 4 ditambah teman kakak saya yang ikut menemani.

Di Asiatique kami mencoba Mango Tango, aneka kreasi makanan dengan mango yang memang khas thailand. Harganya sendiri pun dari 80 bath sama 400an Bath, dan memang enak enak kita sampai datang dua kali kesini loh hehehee. Entah kenapa biah-buahan di Thailand ini sangat segar dan lezat, hampir tiap hari pasti sempet belo buah potong yang dijual dipinggir jalan. Lalu kita pergi makan di foodcourt yang sempat aku mention lokasinya di draft blog sebelum ini, ada menu halal dan non halal dan potongan buah-buahan lagi. Hehehee, setelah makan kami hanya melihat-lihat dan beli beberapa pakaian dan souvenir lalu kembali ke Hotel dengan taxi lagi. Nah sebelum tidur kami menyempatkan diri untuk menikmati welcome drink yang disediakan Sala Arun Hotel di rooftop cafenya. Viewnya juaraaak banget, sayang yang bagus foto dengan model kakak saya klo minta di fotoin pasti hasilnya beda. Travelers juga bisa menikmati cafe rooftopnya walaupun bukan penghuni di hotel ini, cukup dengan beli beer, juice, dll.

Sampai sini dulu ya kisah perjalanan ke Thailand Bangkok, selanjutnya post nya akan menceritakan perjalanan ke Pattaya dan Melanjutkan keliling Bangkok lagi. Be patient and keep on reading. Jangan lupa follow Instagram aku monica.indriani

2 tanggapan untuk “Catatan Perjalanan ke Bangkok Thailand 2018”

Tinggalkan komentar