Semua tulisan dari Monica Indriani

My name is Monica Indriani. born at Jakarta, Indonesia on 29th June 1989. in this blog i would like to share about my work, my knowledge, my adventure or about my life. thank you for visiting my blog, it's my pleasure to know you.

One day trip To Labuan Bajo, perjalanan keliling Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach dan Manta point

 

Sering dong mnedengar Pulau Flores, atau lebih spesifik lagi Kota Labuan Bajo?? Yup, tempat yang sangat instagramable ini wajib banget loh di kunjungi. Memang tergolong mahal, mahal di pesawat terutama harga normal sekitar 1,2-1,4 juta rupiah kalau dari jawa seperti Jakarta dan Yogyakarta.

Hari ini aku khusus berlibur ke beberapa pulau saja, karena ini aku ambilnya one day trip, hanya dalam rangka menemani teman yang sedang berlibur disini. Kemana aja? Ke Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach dan Manta Point. Oh ya, aku juga akan berbagi info untuk tempat cafe-cafe yang asik banget buat di kunjungi saat sunset ataupun saat malam hari.

Nyari paket liburan kesini sebenarnya banyak banget, Travelers bisa pesan ikut open trip dari Jakarta yang biasanya menawarkan paket 3 hari sekaligus tapi Live On Board, jadi tidur makan di Kapal karena selama 3 hari itu kamu akan keliling ke banyak pulau sekaligus jadi hemat waktu daripada bolak balik ke kota labuan bajonya. Berapaan sih biasanya? Ini rangenya sekitar 2.1-2,7 juta belom pesawat yaa, tapi kalau kamu mau cari sendiri langsung ke labuan bajo juga banyak ko Travelers, jadi ga perlu ragu. Mereka juga menawarkan paket LOB atau one day trip, nah one day trip ini kisarannya 500-650 ribu rupiah tergantung nego dan tawar menawar hehehe.

Info buat kamu yang liburan terus pengen sekalian prewedding bisa banget. Mungkin yang perlu sedikit repotnya adalah kalian bawa gaun sendiri, kecuali mau cari disini juga bisa. Untuk jasa photography disini juga ada salah satunya Firman Photography photofolionya bisa cek di instagram juga ya, untuk jasa MUA disini juga ada bisa cek di instagramnya emma.indriani, ada juga salon-salon untuk makeupnya. Dijamin photo prewednya oke banget kalau mau photo disini.

Balik ke story perjalanan lagi. Biasanya kapal berangkat pukul 5-6 pagi. Tujuan pertama kami adalah Pulau Padar, di pulau ini memang tujuannya adalah mendapatkan spot foto yang instagramable, sekaligus melihat keindahan pesona laut dan pulau padar ini yang memiliki 3 percabangan. Nah untuk menuju spot foto itu, kamu harus mendaki ke puncak, which is jalannya berpasir tapi tenang sedang dalam tahapan pembuatan tangga, september 2017 kesini tangganya baru 1/4. Siapkan sunblock, kacamata dan topi yaa, soalnya puaaaanas boo. Hati-hati karena perjalanannya berpasir, ga sedikit yang sempat kegelincir dan jatuh, so becareful ya. Sesampainya di 3/4 dari puncak, sudah bisa dapat beberapa spot photo yang bagus ko, jujur aja aku tidak sampai puncak karena cuma dikasih waktu 1 jam, dan namanya perempuan ya kalau photo selalu lama hahahaa…

Perjalanan selanjutnya adalah ke pulau komodo. Kurang lebih 1,5 jam perjalanan laut dari Pulau PAdar, tibalah kami di Pulau Komodo ini. Ada apa disini? Inilah tempat penangkaran Komodo, atau kalau bahasa inggrisnya Dragon Island. Komodo disini berjumlah 1.300 an dan tersebar di Pulau Komodo yang sangat besar. Tapi kita hanya menemui beberapa saja. Untuk turis lokal macam aku  dan teman hanya dikenakan @80 ribu rupiah tetapi sangat berbeda dengan turis asing @325ribu rupiah. Buat turis asing, kalau kalian penasaran banget buat liat komodo silahkan datang saja, tapi kalau saya sebagai turis asing, aku memilih menghemat uang saja. (Maklum emak emak tidak mau rugi) Bukan berarti melihat Komodo tidak bagus, bagus ko, besar, menakutkan, ciamik dan untuk harga lokal 80 ribu masih tergolong wajar. ( pendapat pribadi maafkan kalau kurang berkenan ) pantai di pulau komodo ini juga bersih dan biru. Sehingga buat kamu yang memutuskan tidak masuk kawasannya bisa menikmati pantai sambil meminum es kelapa muda.

Yeeeei saatnya bermain air, selanjutnya kami menuju Pink Beach yang letaknya masih disekitar Pulau Komodo, pantainya pasir putih bercampur pink dan warna lautnya sangat indah. Disini tidak lama hanya bermain sebentar kecipuk kecipuk lalu photo-photo dan melanjutkan perjalanan ke manta point karena kita mengejar ombak yang tidak pas puncak pasangnya.

Di Manta Point ini kalau lagi beruntung bisa banget ketemu. Bisa dilihat dengan snorkling ataupun diving, photo yang aku tunjukan adalah photo berdekatan dengan manta saat diving. Ini photo ambil sendiri loh Travelers bukan ambil photo orang atau orang yang pernah nyelam. So original haahah..

Saat menyelam aku menemukan 3 manta lalu pergi lalu datang lagi 2 manta, Manta sendiri juga ada beberapa tipe salah satunya eagle Manta. Manta senang berada di air yang berarus, apalagi hasil dari kepakan sayapnya membuat air disekitarnya seperti tersapu. Aku pun harus bertahan dengan menancapkan pointer saya di karang yang kering. Untuk melihat dan memphoto manta, kurang lebih saya bertahan dibawah mereka selama 40 menit. Kita dilarang membuang gelembung udara terlalu banyak, karena itu akan mengganggu manta dan membuat mereka pergi. Aku juga akan menampilkan beberapa photo dari diving spot yang lain yang sempat aku kunjungi di labuan bajo ini.

Itulah pengalaman yang menakjubkan dari Labuan Bajo, apakah masih ada lagi? Yaah masih banyak, ada Gua Batu Cermin, Pulau Kanawa, Pulau Pelangi, dan sekarang yang ingin aku bagikan adalah pemandangan dari kota Labuan Bajo yang bisa kamu nikmati.

Disini ada tempat yang di juluki Bukit Teletubies, dan disini spot yang bagus juga untuk menikmati sunset. Kemana arah tujuannya? Yaitu jalan menuju Atlantis The Rock, nanti kalian akan menemui percabangan nah letak bukit nya ada di percabangan itu.

Selanjutnya review cafe-cafe yang bisa jadi referensi kalian untuk nongkrong disini..

1. Paradise Cafe

Ini bisa dibilang cafe reggae, kenapa karena sabtu malam ada life music reggae. favorite banget dengan music ini, pemandangannya juga ciamik banget. Untuk harga standar cafe Bir mulai 35 ribu- 80 ribu, snack mulai 50 ribu dan minum yang lain start 30 ribu.

2. Blue Marline Cafe

Ini cafe juga pinggir pantai dengan harga yang relative murah. Untuk jusnya sendiri mulai seharga 15 ribu, untuk sekelas cafe sangat murah, mungkin karena mereka juga agen perjalanan untuk diving trip sehingga rata-rata tamu mereka juga klien mereka. Menyediakan coffee juga dan snack kecil, tidak disarankan apabila mencari makanan berat kesini.

3. Hit’s Coffee

Bagi kalian pencinta kopi sekelas starb*** inilah tempatnya. 11 12 dengan kopi yang banyak di kota besar itu konon yang punya dulu mantan barista nya. Harga juga hampir sama 11 12 mungkin bisa dibilang sedikit lebih mahal.

4. Paradis The Rock

ini sebenarnya sebuah resort yang terletak di ujung Labuan bajo, hanya saja mereka memiliki cafe yang sangat bagus dan asik untuk nongkrong di labuan bajo. Yaa soal harga pasti diatas rata-rata dong. Tapi tempatnya oke banget loh Guys. Kalau kalian mempunyai budget lebih tidak ada salahnya yuk mampir

5. Artomoro resto

ini restoran khas jawa yang menyajikan makanan makanan jawa, pas di kantong dengan rasa berkualitas hehehe.. tidak perlu ragu lagi untuk mencari makan berat

IMG_7369

6. Molas Cafe

ini juga cafe untuk makan berat, karena diancafe yang tertutup dengan fasilitas pool untuk menikmati sore atau malam. Kalau hari sabtu selalu ada pertunjukan seni khas Labuan bajo dan manggarai disini. Rabu dan Jumat pemutaran film. Bagi kalian diver ada diskon khusus di hari rabu malam. Pecinta pork juga bisa datang kesini untuk menikmatinya. Yang mau pijet juga bisa tapi harganya menurut saya mahaal. Untuk harga minum dan makanannya tergolong wajar, bir mulai 35 ribu sampai 70 ribu, minuman lain 35 ribu dan makanan start dari 50 ribu.

 

7. Kampung Ujung

kampung ujung adalah tempat makan kaki lima yang menyediakan seafood seafood segar selain kepiting. Entah kenapa tidak ada yang jual heheeh. Harganya pun bervariasi dari 35 ribu sampai ratusan ribu tergantung besar kecilnya ikan. Rasanya daging ikannya itu loh lembut banget.. enak

sekian ulasan saya mengenai Labuan Bajo, selebihnya akan saya update terus ya thank you

 

It’s time to shopping in Moscow!! Rusia (Day 3)

Yeeei, menginjak hari ke-3 di Moscow..

halloo, Travelers. Seperti biasa di pagi hari aku prepare sarapan sendiri di hostel walaupun disediakan sarapan karena ada beberapa menu yang saya alergi jadi mau ga mau aku harus bikin sendiri. Saat sarapan ini, aku, vivi dan melina mendiskusikan kemana rencana kita hari ini.

Hari ini kita berencana memasuki Nikolskaya Tower, Kremlin, lunch di GUM, Pasar Izmailovo dan melihat sunset di child museum shopping center. Nah, disini kami salah perhitungan, kenapa? Karena ini hari Sabtu, hari libur juga untuk warga Moscow, sehingga tempat wisata sangaaaat ramai. Begitu sampai di Nikolskaya di Red Square antriannya panjang banget, sempat nanya ke salah satu yang mengantri berapa lama mereka mengantri dan ternyata sudah satu jam itu pun sebelum antriannya sepanjang mengular sekarang. Setelah diskusi aku, vivi dan melina tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk mengantri, akhirnya kita melanjutkan ke Kremlin, dan cepat-cepat masuk. Oh ya, semua tempat wisata di Rusia selalu ada mesin komputer pembelian tiket jadi tidak perlu antri di loket yang panjang lumayan hemat waktu hehehe…

Kremlin ini merupakan kerajaan bangsawan, ya kutang lebih seperti itu, ada tentara ada kantor senat dan gereja dan benda bersejarah lainnya. Setiap jam 12 akan ada pertunjukan tentara dan marching bandnya, siap siap harus didepan biar ga kalah tinggi yaa heehhe

Karena waktu sudah menunjukan jam 1 dan perjalanan ke izmailovo sangat jauh maka kami memutuskan makan di kedai murah yang ada di GUM. Diner atau lunch disini masih relative murah loh dan banyak pilihan tinggal ambil pilih dan bayar deh. Nama kedainya kedai 83, ada di lantai 3 ujung bangunan depan Gereja Saint Basil.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan untuk membeli souvenir, sebenarnya ini adalah tempat yang aku kunjungi karena aku harus beli banyak oleh-oleh berhubung saya punya banyak kakak dan ponakan. Teman-teman cuma penasaran tempatnya saja. Tempat izmailovo ini sangat jauh kurang lebih perjalanan selama sejam naik metro kalau dari GUM, dan apabila Travelers beli sim card ada baiknya download aplikasi city mapper ini bermanfaat banget sebagai penunjuk jalan. Nah sekilas dari depan tidak nampak seperti pasar, kayak istana boneka di ancol itu loh. Nah kalian masuk lurus aja dari pintu gerbang nanti ada lorong, masuk lorong itu lalu cari tangga turun kebawah, karena bagian souvenir ada dibawah, atas bagian perak perak dan lukisan. Seperti layaknya pasar disini harga bisa ditawar tapi jangan banyak-banyak maksimal 30% kalau cuma beli satu macam satu, kalau satu macam lebih dari satu bisa ditawar 50% ini pengalaman pribadi. Beli matryoska dan hiasan telur disni paling murah, aku sudah keliling dan melihat harga baik saint petersburg atau di tempat wisata lain. Tapi ada juga oleh-oleh yang aku beli di Saint petersburg karena di Moscow tidak ada.

Setelah puas keliling bolak balik demi mencari harga termurah,, maklum orang indonesia hehehe.. akhirnya kita melanjutkan perjalanan untuk melihat sunset diatas gedung. Kayaknya sih tidak banyak orang indonesia yang tau tempat ini, aku juga tahunya karena diajak oleh melina. Jadi tempat ini ada disalah satu mall, yang top roofnya dibuka memang untuk melihat sunset. Nama tempatnya Child Museum, ada di children shooping center mall.. penasaran?? Ini dia

Dalam menulis blog aku tipe yang ingin memberikan dan membagikan informasi secara detail dan lengkap dengan pemandangannya, karena ini akan sangat berguna banget untuk solo traveler seperti saya dalam menyusun itinerary.

setelah melihat sunset dan makan malam di mall kami melanjutkan perjalanan pulang dengan metro menuju GUM, dan saat berjalan pulang dari GUM kami berniat mampir ke taman yang baru saja dibuka seminggu terakhir. Nama tamannya adalah Zaryadye Park, sangat bagus kalau kita kesini mala hari loh.. antriannya panjang karena ini malam minggu dan banyak anak muda Rusia sedang berkencan hahahaha

Saatnya balik ke hostel dan beristirahat. Besok my last day in Moscow masih ada satu tempat yang ingin ku kunjungin sebelum berpindah ke St. Petersburg

Meet and Make a Good Friends in Moscow, Rusia (Days 2)

Hai, Travelers

welcome back to the next chapter of my travel story in Moscow..

Dicerita sebelumnya pada sore hari ketika sedang beristirahat aku berkenalan dengan dua perempuan asal German, yang mereka juga tidak saling kenal sebelumnya dan salah satu dari mereka, Melina, menawarkan untuk bersama-sama ikut free tour bersamanya keesokan harinya kalau kami belom ada planning.

Well, sebenarnya aku sudah ada planning dan itin sendiri, tapi aku pikir tidak ada salahnya jalan bersama-sama dan menjalin pertemanan.  Oh ya traveler, acara free tour walking moscow ini bener-bener gratis cuma mengandalkan kerelaan tips aja dan tidak memaksa. Setiap hari ada di jam 10.45 sebelumnya kalian bisa booking online dlu di websitenya http://moscowfreetour.com/ dan tepat waktu datangnya yaa dan seandainya karena suatu hal kalian tidak bisa datang bisa email untuk membatalkan kedatangan agar kalian tidak ditunggu-tunggu.

lokasi pertemuan kami di Lubyanka Square cukup dekat dari red square cukup berjalan kaki. Pemandangan disini juga sangat menyenangkan. Berikut list perjalanan dan spot yang aku kunjungi bersama tour ini:

  • Varvarka street
  • St. Basil Cathedral
  • Red Square
  • Kremlin
  • GUM
  • Lenin’s Mausoleum
  • Senate Palace
  • Alexandre Garden
  • Tomb of the unknown soldier

Di GUM ada ice cream yang sangat terkenal disana, setiap turis yang berkunjung kesini pasti membeli es krim ini, bahkan saat musim gugur yang dingin saja kami pun ikut membeli.  Berhubung aku tidak boleh makan coklat, ada dua rasa yang aku coba saat beberapa kali berkunjung kesini warna hijau dan kuning, rasanya manis kayak nangka bercampur candy  enak deh. Kalau yang hijau ekspektasinya rasa green tea ternyata bukan entahlah rasanya seperti campuran daun-daun.

kami bertiga benar-benar menikmati perjalanan bersama, Aku, Vivi dan Melina. Dari tour ini kami mendapatkan teman lagi bernama Aline, dy berasal dari Canada dan dy menawarkan untuk menikmati lunch bersama di restoran bagus dengan harga miring.. the Pushkin Cafe disini ditawarkan paket 2 menu lunch dan minum atau 3 menu dengan minum dengan harga 700 rubel dan 980 rubel.. well aku tidak pernah berencana selama travel makan di restoran tapi ini worth it banget apalagi bersama-sama

Setelah makan kami merencakan untuk metro tour sendiri, kenapa metro tour? Konon metro station disini di design dengan sangat artistik dan unik-unik loh, jadi itulah tujuan kita berkunjung ke station-station. Nah seperti cerita aku sebelumnya akan lebih hemat kalau kamu beli tiket 3 hari sekaligus seharga 400 rubel jadi naik metro keluar masuk ga kan kenal bayar lagi. Berhubung juga sedang hujan dan dingin, di metro station jadi hangat looh.

IMG_7697.PNGNah kemana aja tujuannya? Yang jelas ke metro station yang warna coklat, lalu yang biru lalu ke abu-abu karena polyanka salah satu station terdekat hostel kami. Metro station di Rusia ini karena unik dan ada lagi ciri khasnya, yakni di eskalator nya, bagi yang takut ketinggian jangan liat ke bawah yaaa atau kebelakang, karena rata-rata eskalatornya panjang dan kemiringannya bisa 45 derajat.

Kita juga sempat mampir di perpus kota di Moscow, suasananya enak banget tapi sayang ini tidak buat umum.

nah dalam perjalanan pulang kita turun di stasiun yang dekat dengan GUM, ternyata di depan stasiun ada semacam taman tempat tongkrongan, jelas dengan banyaknya penjual makanan makanan cemilan. Tempatnya asik tapi jangan coba-coba weekend kesini yaa, ramee banget.

Udah malem, dan kita capek banget setelah keliling naik turun tangga. Akhirnya kita memutuskan balik ke hostel, dan karena kita belom makan akhirnya mampir dulu ke mini market terdekat. Masak Spagetty!! Ini makanan yang cocok disemua lidah dan pas banget aku memang cari hostel yang ada kitchen nya sehingga bisa masak sendiri untuk hemat biaya makan.

Lanjut to the next chapter lagi yaaa… see yaaa

semoga bermanfaat Travelers

Ketika jejak langkahku sampai ke Moscow, Russia (Hari 1)

Moscow!!!

Perjalanan tahun ini membawaku ke negara yang jauh disana, yang mungkin jarang didengar orang sebagai tempat liburan. “Apa kamu mau ke Rusia?” “Jauh amat sih” “Awas loh bahaya”. Kurang lebih banyak ungkapan-ungkapan yang saya dengar seperti ini. Ya wajar sih apalagi saya pergi sendiri, solo traveler sendiri, mereka hanya mengkhawatirkan keadaanku saja..

Jadi perjalanan kali ini dimulai tanggal 13 September 2017. Menggunakan pesawat Th** Air****, dimulai dari Jakarta – Bangkok – Moscow. Nah di Bangkok ini aku transit semalam setelah penerbangan selama 4 jam dan untungnya aku punya teman yang sedang tinggal di sana, Thank you Amel sudah sangat membantu. Lalu keesokan harinya penerbangan pagi menuju Moscow selama 10 jam. Pelayanan dengan pesawat Th** Air**** ini menyenangkan sekali apalagi dengan durasi perjalanan yang cukup panjang, mungkin saya akan membahasnya di tulisan blog Selanjutnya.

Bandara Domodedovo Monica indriani

Pukul 16.00 waktu setempat saya tiba di Bandara Domodedovo, karena mencari mata uang Rusia di Indonesia susah banget dan saya tidak membawa sepeser pun uang Rusia, jadi sebelum keluar bandara saya harus menemukan atm bank lokal disana. Dan yeeei ketemu, kalau travelers juga mau mengikuti cara saya keluar pintu kedatangan internaional kamu ambil ke kiri jalan terus sampai mentok lalu kiri lagi nah dipojokan akan ada penukaran uang, mesin kopi dan atm dari 2 Bank yang berbeda. Pukul 16.30 Kantor Money Changernya sudah tutup, dan disini cuma terima US dollar atau Euro. Setelah mengambil uang secukupnya, tujuan selanjutnya membeli sim card.

kenapa harus beli sim card? Pertama saat itu aku solo traveler jadi kalau nyasar cuma sendiri kan bahaya, kedua aku tidak begitu yakin untuk menjadi pejuang wifi yang kalau mau pergi-pergi harus cari tempat wifi untuk tahu arah dan tujuan, ketiga biar aku bisa lancar komunikasi sama teman dan kluarga dan eksis di sosmed 🤣. Hasil browssing sana sini aku memutuskan membeli sim card Beeline nah ini juga ada di bandara atau kalau tutup kamu bisa beli di metro station di Moscow setelah naik aeroexpress train. Harga yang aku dapat saat itu yang paket 550 Rub sebanyak 6GB internet yang seharga 350 Rub nya kosong. Kuota internetnya banyak banget dan aku cm pakai seminggu.

selanjutnya adalah menaiki aeroexpress untuk ke kota Moscow, nah ini kamu juga bisa naik taxi kalau datangnya 3-4 orang, kalau mau menikmati kereta juga bisa. Kereta bandara ini bagus banget perjalanan ke Moscow membutuhkan waktu 45 menit, harga tiketnya 500 rub atau kurang lebih seharga 125 ribu rupiah.

Sampai deh di Moscow, nah di stasiun ini aku beli simcard beeline, lalu lanjut naik metro menuju hostel. Oh yaa, kalau kamu akan merencanakan stay di Moscow selama 3 hari atau lebih mending beli tiket metro terusan selama 3 hari dengan harga 400 rub. Jadi perjalanan kemana pun nantinya kamu tinggal scan kartu aja tanpa harus antri dan keluar setiap perjalanan sebanyak 55 rub. Aku memutuskan beli tiket metro terusan dikarenakan pada hari kedua ketiga aku akan melakukan metro tour karena stasiun metro di Moscow ini bagus-bagus dan design nya unik-unik.

nah kebetulan aku cari Hostel yang deket sama red square atau Gum pusat wisata di kota Moscow. Jadi karena lokasi hostel yang dekat ini hampir setiap hari aku pasti mampir ke GUM dan Red square. Karena rata-rata hostel disini tidak pakai plang petunjuk nama, aku sempat muter muter aja disekitaran mencari gedung mana hostelnya dan akhirnya aku ingat aku punya pulsa telepon dan memutuskan untuk menelpon hostelnya.

Aku beristirahat sebentar, lalu mandi dan tiba-tiba aku punya kekuatan untuk jalan-jalan karena saat itu masih pukul 19.00. Sempat berkenalan dengan teman sekamar juga 2 perempuan yang dari German mereka juga masing-masing jalan sendiri-sendiri dan salah satu dari mereka mengajak kita semua untuk jalan bersama, Horeeeee aku ada teman dan tidak sendirian berapa beruntungnya. Karena saat itu musim gugur dan suhunya mencapai 10 derajat celsius, agak berpakaian tebal lalu siap deh buat jalan-jalan. Tujuan saya malam itu cuma ingin melihay GUM di malam hari, hal ini terinspirasi karena saya mengikut instagram traveltomoscow dan ada satu foto perempuan pakai dress berdiri di depan gedung GUM yang penuh lampu. Sesampainya disana setelah berjalan 5 menit, sempet foto-foto di jembatan sungainya juga, aku terpesona dengan gedung ini, tapi sayang ramaaaaaai banget ala ala mau ngikutin foto yang di IG jadi gagal total deh hahaha, dan karena sendirian aku berjuang banget mendapatkan foto foto ini.

XIAOYI
GUM

Setelah puas foto sana sini dan kedinginan karena ini kali pertama ngerasain musim gugur dengan suhu 9 derajat celcius, aku kembali ke hostel dan istirahat mengumpulkan tenaga untuk esok hari…

see you in the next chapter..