Arsip Kategori: Traveling Blogger

One day trip To Labuan Bajo, perjalanan keliling Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach dan Manta point

 

Sering dong mnedengar Pulau Flores, atau lebih spesifik lagi Kota Labuan Bajo?? Yup, tempat yang sangat instagramable ini wajib banget loh di kunjungi. Memang tergolong mahal, mahal di pesawat terutama harga normal sekitar 1,2-1,4 juta rupiah kalau dari jawa seperti Jakarta dan Yogyakarta.

Hari ini aku khusus berlibur ke beberapa pulau saja, karena ini aku ambilnya one day trip, hanya dalam rangka menemani teman yang sedang berlibur disini. Kemana aja? Ke Pulau Padar, Pulau Komodo, Pink Beach dan Manta Point. Oh ya, aku juga akan berbagi info untuk tempat cafe-cafe yang asik banget buat di kunjungi saat sunset ataupun saat malam hari.

Nyari paket liburan kesini sebenarnya banyak banget, Travelers bisa pesan ikut open trip dari Jakarta yang biasanya menawarkan paket 3 hari sekaligus tapi Live On Board, jadi tidur makan di Kapal karena selama 3 hari itu kamu akan keliling ke banyak pulau sekaligus jadi hemat waktu daripada bolak balik ke kota labuan bajonya. Berapaan sih biasanya? Ini rangenya sekitar 2.1-2,7 juta belom pesawat yaa, tapi kalau kamu mau cari sendiri langsung ke labuan bajo juga banyak ko Travelers, jadi ga perlu ragu. Mereka juga menawarkan paket LOB atau one day trip, nah one day trip ini kisarannya 500-650 ribu rupiah tergantung nego dan tawar menawar hehehe.

Info buat kamu yang liburan terus pengen sekalian prewedding bisa banget. Mungkin yang perlu sedikit repotnya adalah kalian bawa gaun sendiri, kecuali mau cari disini juga bisa. Untuk jasa photography disini juga ada salah satunya Firman Photography photofolionya bisa cek di instagram juga ya, untuk jasa MUA disini juga ada bisa cek di instagramnya emma.indriani, ada juga salon-salon untuk makeupnya. Dijamin photo prewednya oke banget kalau mau photo disini.

Balik ke story perjalanan lagi. Biasanya kapal berangkat pukul 5-6 pagi. Tujuan pertama kami adalah Pulau Padar, di pulau ini memang tujuannya adalah mendapatkan spot foto yang instagramable, sekaligus melihat keindahan pesona laut dan pulau padar ini yang memiliki 3 percabangan. Nah untuk menuju spot foto itu, kamu harus mendaki ke puncak, which is jalannya berpasir tapi tenang sedang dalam tahapan pembuatan tangga, september 2017 kesini tangganya baru 1/4. Siapkan sunblock, kacamata dan topi yaa, soalnya puaaaanas boo. Hati-hati karena perjalanannya berpasir, ga sedikit yang sempat kegelincir dan jatuh, so becareful ya. Sesampainya di 3/4 dari puncak, sudah bisa dapat beberapa spot photo yang bagus ko, jujur aja aku tidak sampai puncak karena cuma dikasih waktu 1 jam, dan namanya perempuan ya kalau photo selalu lama hahahaa…

Perjalanan selanjutnya adalah ke pulau komodo. Kurang lebih 1,5 jam perjalanan laut dari Pulau PAdar, tibalah kami di Pulau Komodo ini. Ada apa disini? Inilah tempat penangkaran Komodo, atau kalau bahasa inggrisnya Dragon Island. Komodo disini berjumlah 1.300 an dan tersebar di Pulau Komodo yang sangat besar. Tapi kita hanya menemui beberapa saja. Untuk turis lokal macam aku  dan teman hanya dikenakan @80 ribu rupiah tetapi sangat berbeda dengan turis asing @325ribu rupiah. Buat turis asing, kalau kalian penasaran banget buat liat komodo silahkan datang saja, tapi kalau saya sebagai turis asing, aku memilih menghemat uang saja. (Maklum emak emak tidak mau rugi) Bukan berarti melihat Komodo tidak bagus, bagus ko, besar, menakutkan, ciamik dan untuk harga lokal 80 ribu masih tergolong wajar. ( pendapat pribadi maafkan kalau kurang berkenan ) pantai di pulau komodo ini juga bersih dan biru. Sehingga buat kamu yang memutuskan tidak masuk kawasannya bisa menikmati pantai sambil meminum es kelapa muda.

Yeeeei saatnya bermain air, selanjutnya kami menuju Pink Beach yang letaknya masih disekitar Pulau Komodo, pantainya pasir putih bercampur pink dan warna lautnya sangat indah. Disini tidak lama hanya bermain sebentar kecipuk kecipuk lalu photo-photo dan melanjutkan perjalanan ke manta point karena kita mengejar ombak yang tidak pas puncak pasangnya.

Di Manta Point ini kalau lagi beruntung bisa banget ketemu. Bisa dilihat dengan snorkling ataupun diving, photo yang aku tunjukan adalah photo berdekatan dengan manta saat diving. Ini photo ambil sendiri loh Travelers bukan ambil photo orang atau orang yang pernah nyelam. So original haahah..

Saat menyelam aku menemukan 3 manta lalu pergi lalu datang lagi 2 manta, Manta sendiri juga ada beberapa tipe salah satunya eagle Manta. Manta senang berada di air yang berarus, apalagi hasil dari kepakan sayapnya membuat air disekitarnya seperti tersapu. Aku pun harus bertahan dengan menancapkan pointer saya di karang yang kering. Untuk melihat dan memphoto manta, kurang lebih saya bertahan dibawah mereka selama 40 menit. Kita dilarang membuang gelembung udara terlalu banyak, karena itu akan mengganggu manta dan membuat mereka pergi. Aku juga akan menampilkan beberapa photo dari diving spot yang lain yang sempat aku kunjungi di labuan bajo ini.

Itulah pengalaman yang menakjubkan dari Labuan Bajo, apakah masih ada lagi? Yaah masih banyak, ada Gua Batu Cermin, Pulau Kanawa, Pulau Pelangi, dan sekarang yang ingin aku bagikan adalah pemandangan dari kota Labuan Bajo yang bisa kamu nikmati.

Disini ada tempat yang di juluki Bukit Teletubies, dan disini spot yang bagus juga untuk menikmati sunset. Kemana arah tujuannya? Yaitu jalan menuju Atlantis The Rock, nanti kalian akan menemui percabangan nah letak bukit nya ada di percabangan itu.

Selanjutnya review cafe-cafe yang bisa jadi referensi kalian untuk nongkrong disini..

1. Paradise Cafe

Ini bisa dibilang cafe reggae, kenapa karena sabtu malam ada life music reggae. favorite banget dengan music ini, pemandangannya juga ciamik banget. Untuk harga standar cafe Bir mulai 35 ribu- 80 ribu, snack mulai 50 ribu dan minum yang lain start 30 ribu.

2. Blue Marline Cafe

Ini cafe juga pinggir pantai dengan harga yang relative murah. Untuk jusnya sendiri mulai seharga 15 ribu, untuk sekelas cafe sangat murah, mungkin karena mereka juga agen perjalanan untuk diving trip sehingga rata-rata tamu mereka juga klien mereka. Menyediakan coffee juga dan snack kecil, tidak disarankan apabila mencari makanan berat kesini.

3. Hit’s Coffee

Bagi kalian pencinta kopi sekelas starb*** inilah tempatnya. 11 12 dengan kopi yang banyak di kota besar itu konon yang punya dulu mantan barista nya. Harga juga hampir sama 11 12 mungkin bisa dibilang sedikit lebih mahal.

4. Paradis The Rock

ini sebenarnya sebuah resort yang terletak di ujung Labuan bajo, hanya saja mereka memiliki cafe yang sangat bagus dan asik untuk nongkrong di labuan bajo. Yaa soal harga pasti diatas rata-rata dong. Tapi tempatnya oke banget loh Guys. Kalau kalian mempunyai budget lebih tidak ada salahnya yuk mampir

5. Artomoro resto

ini restoran khas jawa yang menyajikan makanan makanan jawa, pas di kantong dengan rasa berkualitas hehehe.. tidak perlu ragu lagi untuk mencari makan berat

IMG_7369

6. Molas Cafe

ini juga cafe untuk makan berat, karena diancafe yang tertutup dengan fasilitas pool untuk menikmati sore atau malam. Kalau hari sabtu selalu ada pertunjukan seni khas Labuan bajo dan manggarai disini. Rabu dan Jumat pemutaran film. Bagi kalian diver ada diskon khusus di hari rabu malam. Pecinta pork juga bisa datang kesini untuk menikmatinya. Yang mau pijet juga bisa tapi harganya menurut saya mahaal. Untuk harga minum dan makanannya tergolong wajar, bir mulai 35 ribu sampai 70 ribu, minuman lain 35 ribu dan makanan start dari 50 ribu.

 

7. Kampung Ujung

kampung ujung adalah tempat makan kaki lima yang menyediakan seafood seafood segar selain kepiting. Entah kenapa tidak ada yang jual heheeh. Harganya pun bervariasi dari 35 ribu sampai ratusan ribu tergantung besar kecilnya ikan. Rasanya daging ikannya itu loh lembut banget.. enak

sekian ulasan saya mengenai Labuan Bajo, selebihnya akan saya update terus ya thank you

 

Meet and Make a Good Friends in Moscow, Rusia (Days 2)

Hai, Travelers

welcome back to the next chapter of my travel story in Moscow..

Dicerita sebelumnya pada sore hari ketika sedang beristirahat aku berkenalan dengan dua perempuan asal German, yang mereka juga tidak saling kenal sebelumnya dan salah satu dari mereka, Melina, menawarkan untuk bersama-sama ikut free tour bersamanya keesokan harinya kalau kami belom ada planning.

Well, sebenarnya aku sudah ada planning dan itin sendiri, tapi aku pikir tidak ada salahnya jalan bersama-sama dan menjalin pertemanan.  Oh ya traveler, acara free tour walking moscow ini bener-bener gratis cuma mengandalkan kerelaan tips aja dan tidak memaksa. Setiap hari ada di jam 10.45 sebelumnya kalian bisa booking online dlu di websitenya http://moscowfreetour.com/ dan tepat waktu datangnya yaa dan seandainya karena suatu hal kalian tidak bisa datang bisa email untuk membatalkan kedatangan agar kalian tidak ditunggu-tunggu.

lokasi pertemuan kami di Lubyanka Square cukup dekat dari red square cukup berjalan kaki. Pemandangan disini juga sangat menyenangkan. Berikut list perjalanan dan spot yang aku kunjungi bersama tour ini:

  • Varvarka street
  • St. Basil Cathedral
  • Red Square
  • Kremlin
  • GUM
  • Lenin’s Mausoleum
  • Senate Palace
  • Alexandre Garden
  • Tomb of the unknown soldier

Di GUM ada ice cream yang sangat terkenal disana, setiap turis yang berkunjung kesini pasti membeli es krim ini, bahkan saat musim gugur yang dingin saja kami pun ikut membeli.  Berhubung aku tidak boleh makan coklat, ada dua rasa yang aku coba saat beberapa kali berkunjung kesini warna hijau dan kuning, rasanya manis kayak nangka bercampur candy  enak deh. Kalau yang hijau ekspektasinya rasa green tea ternyata bukan entahlah rasanya seperti campuran daun-daun.

kami bertiga benar-benar menikmati perjalanan bersama, Aku, Vivi dan Melina. Dari tour ini kami mendapatkan teman lagi bernama Aline, dy berasal dari Canada dan dy menawarkan untuk menikmati lunch bersama di restoran bagus dengan harga miring.. the Pushkin Cafe disini ditawarkan paket 2 menu lunch dan minum atau 3 menu dengan minum dengan harga 700 rubel dan 980 rubel.. well aku tidak pernah berencana selama travel makan di restoran tapi ini worth it banget apalagi bersama-sama

Setelah makan kami merencakan untuk metro tour sendiri, kenapa metro tour? Konon metro station disini di design dengan sangat artistik dan unik-unik loh, jadi itulah tujuan kita berkunjung ke station-station. Nah seperti cerita aku sebelumnya akan lebih hemat kalau kamu beli tiket 3 hari sekaligus seharga 400 rubel jadi naik metro keluar masuk ga kan kenal bayar lagi. Berhubung juga sedang hujan dan dingin, di metro station jadi hangat looh.

IMG_7697.PNGNah kemana aja tujuannya? Yang jelas ke metro station yang warna coklat, lalu yang biru lalu ke abu-abu karena polyanka salah satu station terdekat hostel kami. Metro station di Rusia ini karena unik dan ada lagi ciri khasnya, yakni di eskalator nya, bagi yang takut ketinggian jangan liat ke bawah yaaa atau kebelakang, karena rata-rata eskalatornya panjang dan kemiringannya bisa 45 derajat.

Kita juga sempat mampir di perpus kota di Moscow, suasananya enak banget tapi sayang ini tidak buat umum.

nah dalam perjalanan pulang kita turun di stasiun yang dekat dengan GUM, ternyata di depan stasiun ada semacam taman tempat tongkrongan, jelas dengan banyaknya penjual makanan makanan cemilan. Tempatnya asik tapi jangan coba-coba weekend kesini yaa, ramee banget.

Udah malem, dan kita capek banget setelah keliling naik turun tangga. Akhirnya kita memutuskan balik ke hostel, dan karena kita belom makan akhirnya mampir dulu ke mini market terdekat. Masak Spagetty!! Ini makanan yang cocok disemua lidah dan pas banget aku memang cari hostel yang ada kitchen nya sehingga bisa masak sendiri untuk hemat biaya makan.

Lanjut to the next chapter lagi yaaa… see yaaa

semoga bermanfaat Travelers

Liberty Wreck Ship, Bangkai Kapal yang Terbingkai Coral

Liberty wreck ship mungkin sudah tidak asing bagi teman-teman semuanya, terutama bagi teman-teman peminat diving dan snorkling. Yeah, Liberty Wreck ini terletak di Pulau Bali tepatnya di daerah Tulamben. Salah satu tempat wisata yang paling banyak di incar.

Liberty ship ini konon ceritanya merupakan kapal cargo milik militer US. Kapal ini bahkan dibuat dan digunakan sejak saat perang dunia pertama tahun 1918. Lanjutkan membaca Liberty Wreck Ship, Bangkai Kapal yang Terbingkai Coral

Takabonerate, the most expensive adventure

Selamat datang kembali setelah menjalani liburan panjang teman-teman, Yup tanggal 2 – 7 Mei 2016 kemarin saya memilih berllibur di salah satu pulau terbaik yang di miliki oleh Indonesia, yakni Takabonerate.


Taka bone rate yang berarti kepulauan koral yang tertutup pasir putih dan yang perlu diketahui Takanonerate merupakan taman laut kawasan atoll terbesar ketiga di dunia. Luasan atol ini mencapai 220.000 hektar dengan sebarang terumbu karang yang mencapai 500km bisa dibayangkan dong betapa luas dan banyaknya lokasi di Takabonerate yang bisa dijelajahi dengan snorkling maupun diving.

Lanjutkan membaca Takabonerate, the most expensive adventure